Fritz memang bukan kuda yang tampan. Surainya tidak dikepang rapi, bulunya tidak mengilat, dan langkah kakinya pun tidak anggun seperti kuda-kuda megah milik para bangsawan—kuda-kuda pilihan yang boleh memasuki kota berbenteng. Warga kota bahkan sering tertawa melihat si kuda poni berkaki pendek ini berusaha menirukan kuda-kuda indah mereka.
Tapi Fritz punya satu kelebihan: ia sangat andal dan pekerja keras! Lewat aksi beraninya, Fritz membuktikan kepada seluruh warga bahwa ada hal yang jauh lebih berharga daripada sekadar penampilan fisik yang cantik.
Kisah yang sangat menyentuh hati ini mengajarkan si kecil tentang arti kerja keras, ketulusan, dan bagaimana setiap orang punya keistimewaannya masing-masing.